Sabtu, 01 Maret 2008

Mengenang Perjuangan itu....

Assalamu’alaikum wr.wb.

Walau hanya seolah-olah berbicara pada diri sendiri, tapi kalimat di atas seolah-olah menjadi kalimat mesra untuk menyapa jiwa.

Hari ini, entah kenapa ingin rasanya hati untuk mengenang masa-masa indah perjuangan, masa-masa indah berjuang bersama kakak-kakakku yang kini sudah berada entah dimana. (semoga saja mereka tidak pernah putus untuk terus berjuang.) Untuk membuka memori kenangan itu, aku putuskan untuk membuka file-file Executive Summary Kabinet 06-07. Dapat ditebak, bahwa isi ExSum itu berisi curahan hati mereka semua sepanjang berjuang bersama. Lagi-lagi kebiasaanku selalu diawali dengan membuka Executive Summary orang yang sama. Ya….aku selalu tertarik dengan tulisan tangan orang tersebut. Isi Executive Summarynya selalu menggugah jiwa dan menguras batin untuk senantiasa untuk tidak berdiam diri. Ya…aku membuka Executive Summary seseorang yang hampir selalu bekerjasama denganku sepanjang aku menjadi Sekretaris Kabinet. Ya…aku membuka curahan hati perjuangan Sekretaris Jenderal External Kabinet KM ITB 06-07.

Sangat aku akui bahwa hati ini lebih tergugah untuk membaca tulisan beliau. Walaupun aku seorang Sekretaris Kabinet yang notabene berada di bawah Presiden langsung dan senantiasa berkoordinasi dengan beliau, namun entah mengapa aku lebih tertarik untuk membaca untaian kata perjuangan dari Sekjen External. Untaian kata demi per kata aku lihat dan aku hayati. Ya…inilah tulisan perjuangan yang aku inginkan untuk membuatku tergugah untuk terus berjuang.

Ku mulai dengan membuka cerita perjuangan di Executive Summary Akhir kepengurusan beliau. Banyak hal yang aku dapat dan ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui dari perjuangan kabinet ini. Padahal aku seorang Sekretaris Kabinet! Aku lah yang seharusnya tahu tentang seluruh kisah perjalanan Kabinet 06-07. Harus aku akui, pada saat menjabat, banyak kekurangan yang aku lakukan. Ya..aku memegang amanah itu pada saat aku memasuki semester paling GILA di jurusanku, Biologi, sehingga konsentrasiku terpecah.

Begitu banyak konflik dan kenangan yang tak ku sadari, atau bahkan tak ku ketahui??? Ah…sungguh ruginya aku!

Perjuangan selama kepengurusan KM ITB 06-07, ternyata sangatlah berat. Mereka sudah melakukan perjuangan dengan maksimal. Namun apa hasilnya? Massa mengatakan bahwa tidak ada perjuangan yang terasa di kampus ini.

Hatiku sakit! Sakit sekali!

Memang tidak jarang bahwa segala hal yang kita lakukan ternyata tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh orang di sekitar kita. Orang hanya melihat hasil! Tidak melihat proses perjuangan.

Dan aku berani berkata bahwa proses perjuanganlah yang mahal harganya! Bukan hasil! Orang yang berjuanglah yang merasakan indahnya hidup dan paling bahagia ketika perjuangan yang dia lakukan menuai hasil. Bukan orang yang menjadi benalu dan selalu menjadi penuntut yang merasakan bahagia itu!

…Intermezo…

Tapi kenapa ya? Setiap kali aku ketemu ama orangnya, aku merasa takut, segan, takut berbuat salah di depan beliau. Padaha beliau biasa saja. Mungkin karena aku mengaguminya, mengagumi tulisannya, tepatnya! Sehingga aku malu sekali jika dia tahu bahwa aku tidak dapat melakukan perjuangan lebih dari beliau. Hhmmm…..

Sekarang beliau sudah lulus kuliah. Semoga saja Allah senantiasa melindunginya, memberi penerangan jalan hidupnya, dan membukakan pintu rizki untuknya…untuk menghidupi diri dan keluarganya…amin…

Dan doa ini juga kupanjatkan untuk kakak-kakak seperjuanganku yang lain..yang sudah mulai meninggalkanku di kampus satu demi satu. Ya..itukan sudah sunnatullah..karena waktu sama-sama megang amanah, aku yang paling muda…hehehehe.....

Sekian, Wassalam…